HARI LAHIR PANCASILA
Sesuatu yang lahir, pasti ada waktunya. Begitu pula
dengan "Pancasila" yang waktu lahirnya ialah pada tanggal 1 Juni.
Tanggal ini sesungguhnya sangatlah penting sekali peranannya bagi para manusia
yang terlahir dan bernapas di negeri bernama Indonesia, karena pada hari
tersebut lahirlah dasar negara, pemersatu jiwa-jiwa yang ada dari Sabang sampai
Marauke, Hari Lahirnya "Pancasila".
Perdebatan pun lantas terjadi dalam tanggal 1 Juni
keramat ini, karena penetapannya dilakukan pada saat rezim Soeharto. Dan
setelah reformasi 1998, timbul banyak gugatan tentang hari lahirnya Pancasila
yang sebenarnya. Dalam hal ini, terdapat tiga tanggal yang berhubungan dengan
hari lahirnya Pancasila, yaitu tanggal "1 Juni 1945", tanggal
"22 Juni 1945", dan tanggal "18 Agustus 1945".
Lantas, mengapa dipilih tanggal 1 Juni?
Tanggal 1 Juni 1945 merupakan tanggal dimana kata
"Pancasila" pertama kali diucapkan oleh Ir. Soekarno (ketika itu
belum menjadi Presiden RI) pada saat sidang BPUPKI (Badan Penyelidik
Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia / Dokuritsu Junbi Cosakai).
Lalu mengapa diperdebatkan dengan tanggal 22 Juni 1945
dan 18 Agustus 1945?
Lima butir "Pancasila" muncul beberapa minggu kemudian dalam Piagam Jakarta yang bertanggal 22 Juni 1945, dan belum ada sama sekali terdapat kata "Pancasila" disini. Rumusan yang selanjutnya dijumpai pada rumusan final Pancasila yang dikenal oleh rakyat Indonesia itu, juga muncul dalam Mukadimah atau Pembukaan UUD 1945 yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 sebagai konsititusi negara Republik Indonesia. Namun, sekali lagi di dalam Mukadimah ini pun tidak ditemui kata "Pancasila".
Lima butir "Pancasila" muncul beberapa minggu kemudian dalam Piagam Jakarta yang bertanggal 22 Juni 1945, dan belum ada sama sekali terdapat kata "Pancasila" disini. Rumusan yang selanjutnya dijumpai pada rumusan final Pancasila yang dikenal oleh rakyat Indonesia itu, juga muncul dalam Mukadimah atau Pembukaan UUD 1945 yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 sebagai konsititusi negara Republik Indonesia. Namun, sekali lagi di dalam Mukadimah ini pun tidak ditemui kata "Pancasila".
Meski ada keterkaitannya dengan tanggal 22 Juni dan 18
Agustus diatas, disini tidak akan dibahas lebih jauh soal dua tanggal tersebut,
namun dari uraian di atas bisa diambil kesimpulan, bahwa kata
"Pancasila" itu sesungguhnya lahir pada tanggal "1 Juni
1945"
Pada saat BPUPKI menggelar dua kali sidang, sidang
pertama dibuka pada tanggal 29 Mei - 1 Juni 1945 di gedung Cuo Sangi In dan
sidang kedua pada tanggal 10 - 16 Juli 1945. Sidang pertama menetapkan Dasar
Negara Pancasila dan sidang kedua menetapkan rancangan UUD 1945.
Dalam sidang pertama, tepatnya pada tanggal 29 Mei
1945, Mr. Mohamad Yamin mengucapkan pidato yang berisi tentang asas-asas yang
diperlukan sebagai dasar negara. Pada sidang tanggal 31 Mei, Prof. Dr. Soepomo
juga mengungkapkan uraian tentang dasar-dasar negara.
Dan pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mengajukan
pemikirannya sebagai berikut :
"Dasar negara, yakni dasar untuk di atasnya
didirikan Indonesia Merdeka, haruslah kokoh kuat sehingga tak mudah digoyahkan.
Bahwa dasar negara itu hendaknya jiwa, pikiran-pikiran yang sedalam-dalamnya,
hasrat yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung Indonesia
Merdeka yang kekal dan abadi. Dasar negara Indonesia hendaknya mencerminkan
kepribadian Indonesia dengan sifat-sifat yang mutlak keindonesiaannya dan sekalian
itu dapat pula mempersatukan seluruh bangsa Indonesia yang terdiri atas
berbagai suku, aliran, dan golongan penduduk.” (Rahayu Minto,?:37)
Dalam pidato tersebut, Ir. Soekarno juga mengemukakan dan mengusulkan lima prinsip atau asas yang sebaik-baiknya dijadikan dasar negara Indonesia Merdeka, yaitu :
- Kebangsaan Indonesia
- Internasionalisasi atau peri kemanusiaan
- Mufakat atau demokrasi
- Kesejahteraan
- Ketuhanan
Kata "Pancasila" kemudian akhirnya muncul dalam pidato tersebut :
"Dasar negara yang saya usulkan. Lima
bilangannya. Inilah Panca Dharma? Bukan! Nama Panca Dharma tidak tepat di sini.
Dharma berarti kewajiban, sedang kita membicarakan dasar. Namanya bukan Panca
Dharma, tetapi saya menamakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli
bahasa (Muhammad Yamin) namanya Pancasila. Sila artinya asas atau dasar dan di
atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia kekal dan abadi.” (Minto, ibid.)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar